Sabtu, 13 September 2014

Kebetulan Malam Minggu

Sebenernya clueless banget mau ngasih judul apa buat postingan malam ini. Alhasil, begitulah jadinya...
Iseng.
Iseng mau mosting malem ini. Maybe, ini terinspirasi dari kak Atha Soemarko yg mulai aktif nulis di blog lagi -yeay- dan sinetron "Kita Nikah Yuk" haha.
Gue ngikutin sinetron it udh dr eps pertama. Tapii, udh beberapa hari ini ga nonton lagi. Biasa gegara nugaas. Tadi, ceritanya it si Wasit dan Mawar -tokoh dlm cerita- lagi pada jual mahal. Jadi yg satu jual mahal, yg satu banting harga. Dan begitu seterusnya dan sebaliknya. Kalo ga ada yg mau ngalah ga bakal selesai2 tuh. Dan hasil akhir dijamin pisah, beneran.
Itu intro...
Inti gue nulis malem ini sebenernya ttg kesalah pahaman, salah satunya. Jadi, kejadian saling jual mahal dan banting harga menurut gue itu bisa jadi suatu kesalah pahaman. Ada yg setuju? Silahkan ngacung! *ah. Gini loh, kalo dlm suatu hubungan sdh ada yg namanya salah paham, menurut gue -lagi- it sudah cukup fatal. Mengapa? Karena kalo udh salah paham, satu sama lain jadi ga tau kebenarannya apa atau maunya gimana. Alhasil, pada bingung. Jadi sebaiknya cobalah saling memahami. Atau kalian GAME OVER. Karena, lagi-lagi menurut gue, kalo udh sekali salah paham, bakalan ada salah paham berikutnya berikutnya dan berikutnya. Except, kalian udh saling memahami. Atau seenggaknya mencoba untuk saling memahami. Maka, kesalah pahaman yg ada itu bisa ilang. Dan saling percaya. End.

Jumat, 13 Juni 2014

SIMPLE LIE

Hello, I’m back!! How are you? Mau cerita nih… | cerita apaan? Kok judulnya simple lie? | iya simple lie. Ceritanya tentang Simple Lie, a novel by Nina Ardianti, tepatnya. Hehe
Jadi gini, mungkin tak kasih penampakannya dulu aja kali ya..



Jadi, novel ini menceritakan tentang kebohongan yang sederhana. Ya ampun, ngartiin judul banget yak. Iya emang bener, sesuai banget kok sama judulnya.
Jadi gini tokoh utamanya ada 3, Rere, Fedi, dan Ilham. Si Rere ini pacaran sama Fedi, udah 1 tahun lebih. Dan di 1 tahun lebihnya ini, dia ketemu sama Ilham -gak ketemu juga sih karena notabene Ilham ini seniornya, setahun di atas dia- dan menjadi sangat akrab dengan seketika. Disinilah ke bohongan-ke bohongan  kecil mulai berawal. Sebenernya gue nulis postingan ini bukan buat ngereview isi si novel, tapi lebih pingin ngungkapin perasaan gue tentang karakter-karakter yang ada di novel ini.
Oke next, jadi yang mau gue bahas pertama adalah Rere. Ampun deh, gue baru ngerti kenapa di halaman depan novel yang isinya tentang ucapan terimakasih penulis, temen-temen penulis itu sebeeel banget sama Rere. GUE BARU NGERTI. Gue juga sebel sama nih si Rere ga sukak sih lebih tepatnya *pake 'K', penting*. Kenapa? Karena Rere ternyata licik breeew, dan egoisnya cukup lah buat  bikin  gue ga sukak. Masak iya dia ga mau/rela jadi pihak yang bersalah, padahal ya iya dia duluan kali yang memulai kebohongan-kebohongan ini. Dan apa salahnya Fedi coba? Cowok baik hati nan perfect itu? Rere aja mengakui ke–perfect-annya, tapi tetep ya di”gitu”in juga. Pukpuk Fedi. Mungkin kalo sekedar dua alasan itu, kalian heran kenapa gue bisa ga sukak sama Rere. Mending kalian baca sendiri novelnya, and get the feeling :D
Lanjut ya, kita bahas Ilham aja dulu. Gue  beneran lupa sama ni makhluk yang namanya Ilham. Ternyata gue sempet kenal dia. Kenal? Iya dari novel “Fly to The Sky” by Nina Ardianti juga. Ilham adalah kakak Edyta. Dan gue baru ngeh ketika dikasih clue tentang kakak dan adiknya Ilham, Ferro dan Edyta. Wait, Edyta? Disitu gue mulai nalar. Ha ha. Jadi, sebenernya Ilham ini cowok yang… susah buat gue deskripsiinnya. Tapi gue kenal, beneran nih kenalnya, sama orang yang miriplah sifatnya sama Ilham. Temen deket gue juga sih hehe. Ilham ini tipe orang yang bisa buat kita ga bisa marah ke dia lama-lama. Why so? Karena, karena Ilham. *apasih gaje! Haha. Ilham itu tipe cowok cuek, tapi perhatian. Ini nih yang suka bikin cewek penasaran. Tipe cowok yang ga romantis tetapi punya cara sendiri buat bikin cewek meleleh sambil bilang “so sweet”. Suka maksa, tetapi cewek ga bakalan berdaya buat nolak. That’s Ilham. He’s cool and actually good but.. he’s so damn tricky. Sok sok ngelepasin, eh ternyata beneran ngambil jalan memutar. Ga ngerti?
Nih gue kasih kutipannnya:
“Kalau lo berjalan dan lo menemukan dinding tinggi di hadapan lo dan lo nggak mungkin melewatinya dengan cara memanjat, apalagi menghancurkan, maka pilihlah jalan dengan cara mengitari dinding itu”.
Begitulah kata Ilham, si cowok Smart… and tricky. Tapi begitulah cara dia buat dapetin cintanya. Fuuuh hmm.
Yang terakhir, my mate, Fedi. Fedi ini cowok perfect, penuh kasih sayang, bertanggungjawab, perhatian, dan sesungguhnya pengertian. Ganteng pasti. Pengen amat disebutin haha. Sayanglah pokoknya kalo disia-siain. Fedi ini termasuk tipe idaman kebanyakan cewek sebenernya kalo dilihat dari kriteria yang disebutin tadi. Tapi eitss, kadang yang bagus kayak ini ga selamanya bagus. Namanya juga manusia. Yang udah kita anggap perfect, ideal, bisa aja nanti-nanti ngelakuin kesalahan yang beyond expectation. Tapi Fedi ga gitu, disini. Fedi ini bener-bener Fedi yang sesuai kriteria di atas. Dan satu lagi, karena baik banget, Fedi lebih sering posotive thinking. Negative thinking? Say no. Dia sayang banget sama Rere. Dia smart sebenernya. Tapi kenapa dia jadi bego di love story-nya sendiri? Tapi dia bijak. Dia tau dia ga selingkuh, tapi karena keadaan yang salah dan dia ngasih kesempatan yang secara ga sadar buat Rere untuk ninggalin dia, akhirnya he lost his happiness with Rere. Tapi beruntung Fedi pisah sama Rere. Because he deserves better. Yang gue sebel, si Fedi ini pasrah. Karena dia pikir, dia tau ini percuma kalo Rere udah kehilangan kepercayaan atas dia, makanya dia stop, and set her free cause he really loves her. Dan dari itu semua, gue ngerasa kalo Fedi dan gue itu ada kesamaan. Ehehehe. Makanya gue a bit kasihan sama dia, tapi gue juga  berharap he gets his better future with the best one. Ga usah sama Rere. Soalnya ternyata Rere gitu sih. Walaupun  gue tau kalo Fedi sayang banget banget sama Rere, pasti nanti dia bakal dapet gantinya yang terbaik buat dia. Ini nih beberapa kata-kata Fedi…
“Well, if that’s what she wish”, reminds me bout something kekeke #nooffense          
“… Ntar kalo jodoh bakalan balik.” Don’t expect, never assume. Mungkin harus gitu, Fed.
Dan satu lagi yang bikin gue mau teriak –ga teriak juga sih- “Fedi, lo, gue banget”
Cara Fedi sms ke Rere, for the last…

Udahan ya… segini aja ceritanya. Overall, gue suka nih novelnya mbak Nina *sok akrab* ngena ke hati gitu ceritanya, kepancing nih perasaan. 4 bintang buat novel ini ^^ 
See you next time...

Jumat, 22 November 2013

Di Bawah Langit Ibukota by VA

Dibawah langit ibu kota
Pertemuan pertama kita
Dibawah langit ibu kota
Semua yang ada dibenak ku
Tersubstituskan dirimu

Dibawah langit ibu kota
Kutemukan apa arti cinta
Sungguh tak bisa ku jelaskan
Hanya bisa aku rasakan

Dibawah langit ibu kota
Kau dan aku hanya kau dan aku
Dibawah langit ibu kota
Aku tetapkan janjiku
Dibawah langit ibu kota

Dibawah langit ibu kota
Akhir pencarian cinta kita
Rasa ini gak mungkin salah
Kan kubuktikan sampai kau tua

Dibawah langit ibu kota
Kau dan aku hanya kau dan aku
Dibawah langit ibu kota
Aku tetapkan janjiku
Dibawah langit ibu kota

Dibawah langit ibu kota
Kau dan aku hanya kau dan aku
Janganlah kau takut atapun ragu
Akan cintaku kepada dirimu

Aku tetapkan janjiku
Setiaku padamu setiaku padamu
Hingga akhir waktu
Dibawah langit ibu kota

*Intronya, musiknya asik, liriknya bagus (sayangnya, ada kata ga baku yg keselip, hehe). Overall, its a good song. Easy listening. Love it! :* 



Kamis, 18 Juli 2013

"Bangkok" a Novel by Moemoe Rizal

Novel ini merupakan novel yang paling bikin penasaran. Dari awal emang udah bikin penasaran, sampe akhirnya juga bikin penasaran. Great job dari Moemoe Rizal :)
Di novel ini, bang Moemoe *sok akrab ni manggil 'abang'* menyajikan 3 tema sekaligus. Persaudaraan, persahabatan, dan cinta. Dan tiga-tiganya dapet banget pesannya (y)
Langsung aja, pesan singkat yang dapat aku simpulin dari novel ini ya.
Pertama, persaudaraan : "Family help family". Jadi, sesama keluarga itu kita harus saling tolong menolong. Ga ada yang bisa misahin keluarga. apapun itu. sekali keluarga tetap keluarga. dan sesama keluarga harus saling menjaga, melindungi, dan tolong menolong


Kedua, persahabatan : "Setiap orang itu istimewa". Untuk berteman, apalagi bersahabat, kita ga boleh nge-judge mereka. Kayak pepatah "Don't judge a book by its cover'" gitulah. Setiap orang diciptakan berbeda-beda. Dan dalam persahabatan, kita harus saling menerima perbedaan itu, yang merupakan keistimewaan dari masing-masing orang tersebut

Terakhir, cinta : "You can't choose who to loved. It's just happened". Cinta itu datangnya tiba-tiba. Kita ga tau kapan dia memulai. Begitu saja terjadi pada seseorang.

Sekian pesan yang dapat saya sampaikan. Lebih dan kurang mohon dimaafkan. Intinya, ini novel "Bangkok" recommanded banget!!! Silahkan membaca ^^

Selasa, 16 Juli 2013

Apakah Ku Jatuh Cinta (Vidi Aldiano ft. Sherina Munaf)

dia yang tak kusuka
dia yang tak kuduga
tak pernah kumenyangka
apakah ku jatuh cinta

dia yang sesungguhnya
tak mungkin kuterima
apakah ku jatuh cinta

ku jatuh padanya

bersamamu itu tak mungkin
sungguh tak mungkin 
oh mungkinkah?
rasa ini apa namanya?
sungguh kutak mengerti
apakah ku jatuh cinta?

kadang dia ga peka
gayanya suka norak
tapi kutak kuasa
apakah ku jatuh cinta

 dia yang sesungguhnya
tak mungkin kuterima
apakah ku jatuh cinta

ku jatuh padanya

bersamamu itu tak mungkin
sungguh tak mungkin 
oh mungkinkah?
rasa ini apa namanya?
sungguh ku tak mengerti
apakah ku jatuh cinta?

mengapa dia buatku bertanya
apa yang terjadi di dirinya
ingin ku lupakan
tapi hati berkata

bersamamu itu tak mungkin
sungguh tak mungkin 
oh mungkinkah?
rasa ini apa namanya?
sungguh kutak mengerti
apakah kujatuh cinta?

bersamamu itu tak mungkin
sungguh tak mungkin 
oh tak mungkinkah?
rasa ini apa namanya?
akankah kumengerti
mungkin kukan mengerti
APAKAH KU... JATUH CINTA....?

Minggu, 23 Juni 2013

sorry

ketika ingin bercerita, ketika ingin menuangkannya, ketika itulah saya lupa -___-v